Nama lengkapku tri nor aini biasa dipanggil tria. kenapa dipanggil tria? karena ada salah kepenulisan di akta kelahiranku dan saat diperbaiki tetap saja namanya tri nor aini. Aku lahir di kota kecil di jawa tengah bernama Wonogiri pada tanggal 18 maret 2000. Lahir di keluarga yang sederhana, ayahku bernama Seno bekerja sebagai petani dan Ibuku bernama Paniyem yang juga bekerja sebagai petani. Ketika umurku 5 tahun, bermain adalah prioritas. Umur 6 tahun aku masuk SD di dekat rumahku kira-kira berjarak 100 meter, SD N 4 Pondok namanya. Saat SD aku selalu meraih juara 1, sejak kelas 1 sampai kelas 6. Tahun 2012 aku lulus SD dan melanjutkan ke salah satu SMP terfavorit di daerahku, SMPN 1 Ngadirojo namanya. Waktu SMP aku bukanlah tergolong anak yang pintar tapi juga bukan anak yang bodoh. Kelas 9 aku masuk ke dalam kelas terfavorit karena mungkin aku agak pintar.
Tahun 2015 aku masuk SMKN 1 Wonogiri dengan jurusan akuntansi yang merupakan sekolah terfavorit di daerahku. Masa SMK adalah masa yang paling indah, Karena di masa ini aku mulai mengenal dunia luar, diluar daerah maksudnya hehe. Mulai jalan-jalan ke daerah lain di sekitar wonogri hingga traveling sekarang telah menjadi salah satu hobiku. Kelas 10 bisa dibilang aku adalah anak yang malas, tidak suka belajar, nakal karena sering bolos pramuka dan tidak mengerjakan PR. Semua kenakalanku kelas 10 adalah bentuk ketidakinginanku bersekolah di SMK. Namun, waktu berjalan terus menerus memaksaku untuk menjalani semuanya dengan ikhlas. Alhamdulillah aku segera tersadar, kelas 11 nilaiku mulai membaik, prestasiku mulai merangkak naik hingga akhirnya kelas 12 aku menjadi salah satu peraih nilai matematika sempurna di ujian nasional. Tentu semua tidak lepas dari do'a orang tua, teman-temanku, dan diriku sendiri yang juga bekerja semaksimal mungkin untuk mencapainya.
Keinginanku setelah lulus dari SMK melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Segala hal untuk persiapan telah aku lakukan seperti belajar dengan rutin, membeli buku, mengikuti try out, dan mengikuti bimbingan belajar. Tetapi takdir berkata lain, aku malah diterima di jalur sbmptn di Universitas Negeri Semarang. Sekarang, aku menjalani hari-hariku di Semarang, tinggal di kos dan mulai hidup mandiri jauh dari orang tua. Disini aku mulai bergabung dengan organisasi-organisasi untuk mengembangkan kemampuan diri dan menjalaninya semaksimal mungkin.
Tahun 2015 aku masuk SMKN 1 Wonogiri dengan jurusan akuntansi yang merupakan sekolah terfavorit di daerahku. Masa SMK adalah masa yang paling indah, Karena di masa ini aku mulai mengenal dunia luar, diluar daerah maksudnya hehe. Mulai jalan-jalan ke daerah lain di sekitar wonogri hingga traveling sekarang telah menjadi salah satu hobiku. Kelas 10 bisa dibilang aku adalah anak yang malas, tidak suka belajar, nakal karena sering bolos pramuka dan tidak mengerjakan PR. Semua kenakalanku kelas 10 adalah bentuk ketidakinginanku bersekolah di SMK. Namun, waktu berjalan terus menerus memaksaku untuk menjalani semuanya dengan ikhlas. Alhamdulillah aku segera tersadar, kelas 11 nilaiku mulai membaik, prestasiku mulai merangkak naik hingga akhirnya kelas 12 aku menjadi salah satu peraih nilai matematika sempurna di ujian nasional. Tentu semua tidak lepas dari do'a orang tua, teman-temanku, dan diriku sendiri yang juga bekerja semaksimal mungkin untuk mencapainya.
Keinginanku setelah lulus dari SMK melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Segala hal untuk persiapan telah aku lakukan seperti belajar dengan rutin, membeli buku, mengikuti try out, dan mengikuti bimbingan belajar. Tetapi takdir berkata lain, aku malah diterima di jalur sbmptn di Universitas Negeri Semarang. Sekarang, aku menjalani hari-hariku di Semarang, tinggal di kos dan mulai hidup mandiri jauh dari orang tua. Disini aku mulai bergabung dengan organisasi-organisasi untuk mengembangkan kemampuan diri dan menjalaninya semaksimal mungkin.
Semangat kamu yang lagi berproses. Jangan pantang menyerah. Semangat
BalasHapus